Pages

Tampilkan postingan dengan label TOEFL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOEFL. Tampilkan semua postingan

30 Mei 2009

Score minimum TOEFL untuk beasiswa FULBRIGHT

TANYA

Dear rekan-rekan,

Ada hal yang ingin saya tanyakan terkait dengan kemampuan bahasa inggris. Persyaratan untuk mengikuti beasiswa Fulbright salah satunya adalah TOEFL dengan score minimum 550. Saya sudah mengikuti tes TOEFL institutional di AMINEF beberapa bulan yang lalu,tapi score saya masih kurang.
Untuk memenuhi score 550 tersebut, saya sedang persiapan untuk mengikuti tes selanjutnya. Yang ingin saya tanyakan apakah hasil tes TOEFL tersebut bisa menyusul setelah tanggal deadline beasiswa FULBRIGHT yaitu 31 Mei 2009? Mohon penjelasannya.

Terimakasih

Amalia

JAWAB

wah, pertanyaan ini sama dengan yang diajukan salah satu peserta yang sekitar 2 bulan lagi ada presentasi promosi fulbright di kampus aku.
si mbak officer fulbright jawabnya GAK BOLEH. yang kata si mbak boleh itu kalo ijazah belum keluar tapi dah lulus...

lebih lanjut si mbak bilang, persyaratan administratif penting, karena kalo ada salah satu yang gak memenuhi (misalnya TOEFL kurang), katanya langsung didelete aja, jadi kayak screening awal biar cepet mereduksi peminat yang banyak cmiiw.. Saran si mbak sih kitanya yang sebaiknya persiapan dari jauh-jauh hari :)

btw, persyaratan TOEFL utk fulbright beda2 tergantung program yang ditawarin, kisarannya 500-580.

regards,
adi onggo

Dear Amalia,

sebaiknya memang score TOEFL ada di atas score minimal. Tapi IMHO mungkin saja TOEFL di bawah "standar" diterima kalau aspek lain dari aplikasi Amalia memang sangat menarik. Kalau tidak, buat apa ada 'language program' dari Fulbright kan? (Yang ditujukan untuk penerima beasiswa yang kemampuan bahasa Inggrisnya kurang baik).

Jadi, saya punya 2 saran:

1. Submit saja nilai TOEFL yang ada, yang penting tidak lewat deadline
2. (Better one) Telpon langsung ke Aminef (021 3452016) dan tanyakan apakah score TOEFL-nya boleh menyusul. Atau boleh tidak kalau score TOEFL yang terbaru menyusul sementara Amalia mensubmit score yang lama. Who knows?

Good luck!

Panji

Dear Mb Herma,
Berhub mb mo mngejar deadline fulbright(umumnya 31 mei kl tdk salah), sebaiknya (mungkin tepatnya harus) memang menyertakan nilai toefl yg mencukupi saat registrasi awal. Sepengetahuan sy, nilai toefl tidak bisa menyusul. Saran sy, coba ambil tes toefl institusi dr universitas. Umumnya tiap universitas pny pusat bahasa,slh satu tes yg diadakan adlh tes toefl/toefl prediction.Biasanya nilainya dpt segera keluar dlm 1-2 hari.
Kandidat yg sukses di tingkat wawancara akan dijadwalkan utk tes toefl internasional. Dari kisah yg sy dengar, ada kandidat yg sukses saat wawancara namun kemudian gugur o/k skor toeflnya tidak memenuhi batas minimal. Kadang skor yg diperoleh saat tes toefl institutional sangat berbeda dan tdk setinggi skor iBT, yg setahu sy pd umumnya uni2 di amrik mintanya skor iBT min 79 utk masters dan 100 utk PhD utk syarat admisi (amannya sih 100, kl dikonversi k paperbased toefl kira2 600). Krn itu, sebaiknya tetap meng-upgrade kemampuan bahasa selama masa menunggu pengumuman.
Moga infonya dpt membantu.

Salam,
Sunna
Read more ...


03 September 2008

TOEFL Institutional untuk apply ADS

sertifikat TOEFL Institutional untuk apply ADS

TANYA

dear tyana..

saya mendengar bahwa LIA (Lembaga Inggris-Indonesia) mengadakan toefl 1 minggu 2x. Kalo ga salah hari rabu dan sabtu. Tapi yang saya tidak tahu apakah sertifikat toefl LIA termasuk salah satu sertifikat yang diakui atau tidak..


JAWAB

kemarin2 saya sempat mengirim email ke ADS dan menanyakan hal ini
mereka bilang LIA bisa dipakai, tak ada salahnya dicoba..

Yang saya tahu untuk toefl institutional di Jakarta itu hanya di UI depok dan salemba (sebulan sekali) dan di AMINEF setiap hari selasa

TOEFL ITP dan Prediction setahu saya memang bisa digunakan. Dulu saya pakai di EEC, dan mereka bisa flexible ujian kapan saja.

ambil toefl itp di neso juga bisa kok...
http://www.nesoindonesia.com/indonesian-students/informasi-dalam-bahasa/itp-toefl/jadwal-itp-toefl

Dear Tryana,
Setahuku kamu pake TOEFL Institutional dari lembaga manapun juga ndak apa2 kok.Yang penting TOEFLmu diatas 500, dan jangan lupa dilegalisir kalo bisa. Semoga kamu bisa masuk shortlist. Good luck.
Best regards,
Eddy
Read more ...


07 Agustus 2008

Soal TOEFL

TANYA

dear Rekans and Temans,

Saya lagi mempersiapkan Beasiswa untuk S2, tapi Toefl saya tidak nyampe2, alias cuma dapat 492...kira 2 bisa bisa bantu...dimana tempat yang dapat membantu saya untuk mendapatkan TOEFL yang lebih baik lagi.

Thanx atas sarannya.
Amelia

JAWAB

aya pernah mengikuti preparation TOEFL di NEC Nurul Fikri. Metode pengajarannya lebih bagus dibandingkan lembaga kursus lain yg pernah saya ikuti. TOEFL saya naik meskipun tidak terlalu signifikan. Tp beberapa teman saya ada yang naik sangat pesat, bahkan yg sebelumnya dibawah 500, setelah les di NEC naik jd di atas 550. Di sana kita diberi strategi2 dalam menjawab soal2 TOEFL. Selain itu pengajarnya pun asyik, cara penyampaiannya mudah dimengerti.
Semoga bermanfaat. Kalau boleh tau, mau melanjutkan S2 dimana?


Deny Hamdani
Industrial Engineering Department
Faculty of Engineering
University of Indonesia
Phone: 0852-185-00-232 / 021-999-11-232
E-mail: deny_tiui2004@yahoo.com

Mba Amelia,

Nasib kita sama tuh, saya dulu susah banget mau naikin nilai TOEFL ..padahal cuma 20 point lagi deh
Tes melulu, hasilnya muter-muter di situ saja. Sebenernya nilai TOEFL saya sudah mencukupi untuk apply, tapi saya pikir pasti akan dengan mudah ditendang dengan yang nilainya lebih tinggi..Frustasi juga sih, tapi akhirnya saya coba switch ke test lainnya IELTS..Alhamdulillah scorenya bagus.

Saya pikir mungkin karena kita melakukan test yang sama berulang kali, ketelitian kita dalam belajar menurun. "ah lha wong sudah belajar berulang kali kok" ..menggampangkan gitu...

Jadi saran saya, mungkin ada baiknya rehat sejenak dulu, merefresh pikiran..atau seperti saya switch ke IELTS.

Good Luck!

Alf

Biasanya di tiap tempat les inggris terkemuka seperti LIA, ILP dll ada kelas khusus TOEFL. Kamu bisa ikutan kelas ini untuk meningkatkan score TOEFL dan mendapatkan trik-trik dalam mengerjakan soal-soal TOEFL.

Leili

Hi

Kebetulan, dulu juga TOEFL saya dibawah standard 550... akhirnya
banting stir ambil IELTS....lah langsung lulus.... mungkin karena
saya tdk suka mendengarkan american accent pada saat listening
test....:)

Dulu saya ambil IELTS Preparation di IALF Rasuna Said, kursus
intensive 1,5 jam setiap hari, selama lima minggu, dan juga dijual
kaset and practice test-nya. Kalo tertarik dgn IELTS (jika tidak
apply S2 ke USA) bisa ambil di sana. http://www.ialf.edu/ielts.html

Iwan

Halo,
Kasus nilai IELTS lebih baik daripada TOEFL juga dialami oleh rekan saya. Setelah TOEFL IBT nya berskor rendah, blio ditentir habis-habisan oleh rekan lain, seminggu sebelum ujian IELTS. Alhasil, skor IELTS blio bagus dan langsung lolos masuk S2 di sebuah PT di Australia. Jadi tenteeran ato mempelajari trik untuk mengerjakan soal-soal IELTS seperti yang Sdr. Iwan dan Alf dapatkan di tempat kursus memang perlu.

Namun, kebalikan dari sdr. Iwan dan Alf, nilai TOEFL saya malah lebih baik daripada IELTS.
Saya belajar TOEFL dari buku TOEFL, terutama bagian soal latihan. Kosakata baru saya serap dengan membaca novel dan nonton film berbahasa Inggris, biar lebih menyenangkan. Kadang-kadang mendengarkan warta berita dalam bahasa Inggris yang membicarakan masalah lokal dan beritanya tidak dimuat di media Indonesia. Ini yang menantang, karena penyiarnya ngomong tanpa ekspresi dan konteksnya kadang tidak bisa kita ketahui. Hal ini lain dengan film-film yang bisa ditebak jalan ceritanya sehingga bahasa Inggris di film-film bisa dikira-kira artinya. Namun, biarpun banyak latihan menjelang test, nilai-nilai TOEFL (paper-based, tanpa writing, tanpa speaking) saya baik yang internasional, institusional maupun prediction, memang ya berkisar dari skor itu ke itu juga: 580 - 610.

Kemudian saya coba belajar IELTS dari buku IELTS, eh, nilai tes saya malah tidak memuaskan: rata-rata 7. Writing dan speakingnya jeblok, masing-masing skornya 6. Saya ditolak untuk masuk sebuah PT di Australia.
Mungkin skor rendah ini terjadi karena selama sekolah di Indo saya tidak pernah dilatih aktif ngobrol dan nulis dalam bahasa Inggris, sehingga pas diajak ngobrol interviewer bule dan nulis essay yang temanya dadakan, jadi kelabakan.

Ketika les Inggris di US, begitu selesai ujian tulis penentuan kelas saya langsung ditempatkan di level tertinggi. Walopun begitu, saya benar-benar gelagapan ngomong Inggris. Di kelas, guru saya dan teman-teman les sampe ga sabar nungguin saya ngomong. Nilai essay saya lumayan bagus lah, karena bisa dikerjakan di rumah dan bisa diedit berulangkali.

Jadi, keputusan untuk mau mengambil TOEFL atau IELTS juga tergantung pada kesiapan kita masing-masing. Kalo ga siap berbicara dalam bahasa Inggris seperti saya, mending ambil TOEFL yang prediction ato institutional ato international yang paper-based, jika sekolah yang anda lamar hanya perlu TOEFL semacam itu (btw, masih adakah paper-based international TOEFL?). Kalo siap berbicara dalam bahasa Inggris, IELTS mungkin akan banyak menolong anda.

Semoga membantu,
Sri

online chat, baca buku novel berbahasa inggris.
mungkin terkesan main main tapi bener membantu melatih english skill.

zam.

Ada banyak informasi yg berguna di milis ini�untuk melatih�English�: Free-English-Course@yahoogroups.com

salam,
�
Jo

Dulu kasusku sama, TOEFL cuma 490. Kalau reading sih biasanya lumayan, cuma listening comprehension dan structure yanga agak kacau nilainya. Pemecahan versiku gini, kebetulan aku suka banget ama game dan film. Nah, biasanya kan dari barat tuch. Kalau game, aku berusaha baca walkthrough(petunjuk)-nya, kalau film aku berusaha cari film yang ga ada textnya. Aku lalu berusaha keras untuk mengerti apa yang mereka katakan. Akhirnya alhamdulillah enam bulan kemudian listeningku naik drastis. Sekarang TOEFLku sudah sekitar 540. Karena listening, kita sekaligus belajar grammar, walaupun kadang mereka ngomongnya juga pake bahasa slang. Nah, tinggal naikin structure, sekarang aku masih berusaha. Kalau structure banyak belajar aja, bisa koq belajar sendiri. Eh, aku ga pernah ikut les apapun lho.
Satu tips lagi, biasakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Misal kalau nyatet apa2 pake Inggris, atau kalau ngomong (sama orang yang tau tentunya), juga pake bahasa Inggris. Itu juga melatih writing, grammar, plus speaking juga. Jadi kita ga bingung2 lagi kalau nyusun kalimat dalam bahasa Inggris.
Semoga sukses.
Read more ...


Baca juga

Recommended Post Slide Out For Blogger

Poll